HARLEY CHALLENGES & ADVENTURES

Tantangan dan Petualangan ber-Harley Davidson

PERJALANAN BERSAMA LETNAN JENDRAL TNI (PURN) HADI WALUYO

Pertengahan tahun 2006 lalu, kami diundang oleh teman2 komunitas motor besar di Pontianak Kalimantan Barat, untuk mengikuti acara BBIBF yang selalu diadakan tiap tahun, BBIBF adalah semacam forum brotherhood antara 3 negara di wilayah BORNEO, yaitu INDONESIA, MALAYSIA (SABAH & SERAWAK) DAN BRUNEI DARUSALLAM.

Pada trip kali ini rombongan saya yang berjumlah 14 orang termasuk didalamnya adalah seorang mantan Pangkostrad Let Jend TNI (Purn) Hadi Waluyo.

Pak Hadi, demikian kami memanggil beliau adalah sosok yang menyenangkan, selain disiplin sebagai mana gambaran sosok TNI, beliau adalahBIKER “beneran”, dengan mengendarai Harley Davidson Ultra Classic beliau tidak kalah trampil dengan teman2 lain yang layak saya sebut sebagai “senior” di kalangan biker.

Perjalanan kami awali dari dari Pontianak, bergabung dengan komunitas Kalimantan lainya ( Pontianak dan Banjarmasin serta Palangkaraya) jumlah kami menjadi 23 motor, kami dilepas oleh Kapolda Kalbar yang waktu itu dijabat oleh Brigjen Pol Drs Nana Sukarna yang juga seorang biker, hebatnya kami dikawal oleh rekan-rekan Patwal dari Polda Kalbar pulang-pergi dan lebih istimewa lagi Konsul Jendral Malaysia Datuk Moh Aznor ikut dalam rombongan kami dengan memakai HD Heritage Softail.

Menuju perbatasan Indonesia-Malaysia Entikong kami membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan, dengan route yang sangat menantang, kami melewati hutan-hutan di wilayah Kalimantan Barat, pemandangan cukup bagus, walaupun sering kami lihat hutan yang sebagian sudah gundul, namun jalurnya cukup memuaskan bagi para biker.

Atas peranan Pak Konsul (demikian kami memanggil Datuk Moh Aznor) perjalanan kami melewati perbatasan Entikong menjadi sangat lancar, bagaimana tidak mestinya perbasatan sudah ditutup pada pukul 4 sore, sedangkan kami baru tiba di perbatasan kurang lebih jam 6 petang, berkat Pak Konsul lah kami bisa langsung lewat.

Memasuki wilayah Malaysia suasana benar-benar berbeda, ya jauh berbeda. Saya jadi “iri” dengan kondisi ini, yang mana dulu kabarnya Malaysia jauh ketinggalan dengan kita, namun saat ini situasi sudah berbalik.

Kami stay di kota Kuching, kota yang menurut pandangan saya adalah kota kecil yang cukup bersih, menyenangkan sekali, terlebih lagi begitu memasuki kota Kuching di batas kota telah bersiap rekan-rekan Komunitas Motor Besar Malaysia menyambut kedatangan kami, dengan Road Captain Kamarul kami di giring ke Hotel tempat kami menginap.

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan menuju Brunei Darusallam, sepanjang perjalanan kami sangat merasakan “care” nya penduduk setempat pada rombongan motor besar, mereka dengan sadar memberikan jalan kepada kami baik yang searah maupun yang berlawanan arah dengan kami. Di suatu daerah kami melewati perkebunan kelapa sawit, hujan rintik-rintik membasahi kami, bersamaan dengan itu karena licinnya jalanan terjadilah accident kecil, teman kami, Herman, Edy Malang, Dedy dan Hendra selip jatuh hampir bersamaan, sedangkan Dani untungnya tidak sampai jatuh hanya berputar 360 derajat, namun alhamdulillah tidak terjadi sesuatu yang sangat berarti, perjalanan dapat dilanjutkan kembali.

Singkat cerita ke esokan harinya kami sampai di Brunei Darusallam, kami mampir ke dealer HD setempat, percaya atau tidak ternyata disana dijual kaos dan baju Harley buatan Indonesia, dan sang jendral pun berkomentar ” Ini buktinya bahwa buatan Indonesia juga pantas di sejajarkan dengan produk-produk luar negri lainya, kita tidak kalah kok…..” ya..memang begitulah adanya….bahwa pemegang merk HD memberikan licensi kepada pengusaha garmen Indonesia untuk membuat kaos dan baju sesuai dengan yang diingikannya, sayang produk-produk itu tidak dipasarkan di Indonesia, malah yang beredar di Indonesia adalah made in China.

Hujan deras mengguyur Kota Kinabalu, saat kami memasuki kota tersebut, basah kuyup kami memasuki Hotel tempat kami menginap. Malam harinya kami mengikuti acara well come party mereka, dengan dihadiri kurang lebih 300 biker kami membaur menjadi satu memeriahkan acara itu. Keesokan harinya kami datang ke venue acara, di suatu tempat yang sudah disiapkan oleh panitia, makan siang bareng-bareng biker lain, juga ada acara band-band nan, bahkan pada kesempatan itu saya diminta naik kepanggung untuk nyanyi mewakili rekan-rekan Indonesia, ya…saya nyanyi sebisa saya…yang saya dendangkan adalah lagu “Tidak semua laki-laki” nya pak Basofi, dan surprise bagi saya ternyata pengunjung serempak ikut bernyanyi …wah lagu pak Basofi ternyata jadi lagu populer disana…..

Hari berikutnya saya dan rekan-rekan menuju puncak gunung Kinabalu, lagi-lagi hujan deras mengguyur mengiringi perjalanan kami, sepanjang perjalanan benar mengasyikan…selain jalan yang mulus pemandanganyapun sangat mengesankan, benar-benar perjalanan yang tak terlupakan. Hutan-nya…..wuih lebat banget, banyak kayu-kayu besar yang berumur ratusan tahun. Setiba di puncak Kinabalu kami langsung menuju sebuah bangunan disana yang sengaja dibangun cukup prestius, yang berfungsi selain sebagai tempat penginapan para turis juga sebagai museum binatang-binatang penghuni Gunung Kinabalu.

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan pulang kembali Indonesia, dengan route Serawak, Brunei dan Sabah lagi.

March 28, 2008 Posted by | Uncategorized | 1 Comment

MANAJEMEN TOURING

Touring pun harus ada manajemen-nya, kenapa tidak…

Coba bayangkan kegiatan touring yang merupakan kegiatan “hoby” tidak ada manajemen-nya, pastilah kegiatan tersebut tidak dapat dinikmati semaksimal mungkin.

Apa itu manajemen touring ? Tidak lain adalah Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengendalian / Pengawasan Touring itu sendiri. Secara singkat dapat di jelaskan sebagai berikut :

1. PERENCANAAN : Dalam hal ini setiap kegiatan touring hendaklah direncanakan dengan cermat, perencanaan itu termasuk :

– Perencanaan Sasaran (tempat yang dituju, hotel untuk stay).

– Perencanaan Route, (termasuk tempat-tempat istirahat/makan/minum)

– Perencanaan Biaya.

– Perencanaan jumlah peserta.

– Perencanaan Back up service.

– Perencanaan Pengawalan.

2. PENGORGANISASIAN : Dalam hal ini perlu di tunjuk personil yang bertanggung jawab terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan touring misal :

– Yang bertanggung jawab menerima pendaftaran touring.

Road captain, adalah yang bertanggung jawab mengatur rombongan di perjalanan.

Swepper, adalah yang membantu road captain pada pelaksanaan touring.

Bendahara perjalanan.

– Seksi Dokumentasi bila perlu.

– Seksi Kesehatan.

– DLL.

3. PELAKSANAAN TOURING, Hendaknya pada pelaksanaan touring benar dilaksanakan sesuai rencana yang telah dibuat.

4. PENGENDALIAN / PENGAWASAN, Agar segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar sudah selayaknyalah perlu adanya pengendalian dan pengawasan dari intern peserta touring itu sendiri.

March 25, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

MY TRIP

Dari beberapa perjalanan tour saya bersama HDCI Korwil Jatim ada beberapa yang perlu saya sampaikan untuk sekedar berbagi pengalaman, dengan tujuan agar dapat di jadikan bahan masukan bagi biker lain, sehingga tour-nya menjadi semakin menyenangkan.

1. Trip to BALI, Bali memang tidak ada matinya, setiap perjalan ke Bali selalu mengesankan. Beberapa kali saya mengadakan perjalanan ke Bali dari Surabaya tidak pernah ada bosan-nya. Route ke Bali dari Surabaya ada dua alternatif :

Pertama : Melalui jalur utara, yakni Surabaya – Sidoarjo – Pasuruan – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi – Ketapang – Gilimanuk – Denpasar Bali.

Pada jalur ini yang perlu di waspadai adalah antara Sidoarjo – Pasuruan yaitu melewati daerah lumpur panas lapindo Porong, di Porong lalu lintas sangat padat bahkan cenderung macet, untuk itu di sarankan melalui jalur alternaif, tidak melalui jalan utama Porong tetapi melalui jalur lain sesuai petunjuk yang sudah ada.

Selain itu agar di waspadai jalur Kota Bangil (sebelum masuk Pasuruan, lalu lintas cukup padat)

Untuk jalur yang rawan kecelakaan adalah jalur Paiton, keluar dari Kota Probolinggo, hal ini disebabkan jalur yang cukup lebar tikungan dan banyak kendaraan berat (truk,bis). Jalur lebar membuat para rider kurang waspada, sedangkan di depan terdapat tingkungan yang cukup membahayakan ( tepat setelah Proyek PLTU Paiton, dari arah Surabaya).

Selain itu ada jalur yang harus diwaspadai pula, yaitu jalur hutan Baluran ( Situbondo – Banyuwangi ). Di hutan Baluran ini banyak sekali tikungan, kondisi jalan sepi, sehingga sering membuat para rider kurang waspada, terdapat satu tikungan yang sangat rawan di hutan Baluran ini, yaitu tikungan mendekati akhir batas hutan, tikungan tersebut berbelok ke kanan namun badan jalanya miring ke kiri, sering menyebabkan para rider out side hingga keluar jalur.

Untuk lebih mendapatkan tantangan jalur Gilimanuk – Denpasar saya rekomendasikan melalui jalur Gilimanuk – Seririt – Bedugul – Denpasar atau Gilimanuk – Singaraja – Bedugul – Denpasar. Route itu penuh dengan tikungan yang cukup menantang, dengan catatan yang melalui route tersebut bukanlah “pemula”

Kedua : Perjalan pulang dari Bali ke Surabaya sebaiknya tidak melalui jalur yang sama, saya rekomendasikan melalui jalur Denpasar – Tabanan – Negara – Gilimanuk – Ketapang – Banyuwangi – Jember – Jatiroto – Probolinggo – Pasuruan – Sidoarjo – Surabaya.

Di Jalur ini yang perlu di waspadai adalah jalur Banyuwangi – Jember, yang melewati daerah pegunungan Gumitir, terdapat banyak tikungan, naik turun namun berhawa sejuk.

2. Trip to BROMO, serasa ada yang kurang bila kita sebagai biker tidak pernah “jalan” ke Gunung Bromo, selain pemandanganya yang eksotik, jalan berkelak-kelok penuh, hawa yang dingin dan lautan pasir yang mempesona. Ada dua jalur pula untuk mencapai Gunung Bromo dari Surabaya, semuanya berkelak-kelok penuh tikungan, jalan mulus, naik turun dan yang terpenting jalur ini membutuhkan konsentrasi cukup agar perjalan kita lancar dan aman. Jalur tersebut adalah :

Pertama : Surabaya – Sidoarjo – Pasuruan – Probolinggo – Ngadisari – Puncak Bromo.

atau

Kedua : Surabaya – Sidoarjo – Pandaan – Purwosari – Lawang – Nongkojajar – Puncak Bromo.

Bila mengadakan perjalanan ke Gunung Bromo jangan lupa siapkan baju hangat anda, karena temperatur disana bisa mencapai 9 derajat celcius.

3. Trip to MALANG, Malang juga merupakan tempat favorit saya, karena jarak antara Surabaya – Malang hanya kurang lebih 100 km, maka route yang saya tempuh sedikit saya perpanjang, ada dua alternatif yang bisa saya tawarkan untu menuju ke Malang yaitu :

Pertama : Surabaya – Krian – Mojokerto – Mojoagung – Songgoriti – Batu – Malang.

Kedua : Surabaya – Krian – Mojosari – Pacet – Cangar – Batu – Malang.

Kedua jalur tersebut juga banyak kelokan serta jalan yang naik turun, untuk jalur kedua yang melewati Cangar sebaiknya hanya di lakukan oleh yang bukan pemula, karena jalur tersebut melewati daerah hutan cagar alam yang cukup rawan tingkungan dan tanjakanya.

4. Trip to Manado, atau biasa kami sebut dengan Trans Sulawesi Tour, sebagai biker saya rasakan perjalanan ke Sulewasi ( ujung pandang – manado ) adalah perjalanan yang penuh dengan tantangan, pemandangan yang sangat indah serta makanan khas yang tak terlupakan, kami melalui jalur Ujung Pandang – Toraja – Pendolo – Poso – Parigi – Gorontalo – Manado, pada kesempatan lain akan saya ulas lebih rinci lagi tentang perjalanan ini yang benar-benar sangat mengesankan.

5. Trip to Lombok, tidak kalah dengan Bali, Lombok patut untuk anda datangi bersama rombongan, tentunya melalui pelabuhan Padang bay di Bali menyeberang ke Pelabuhan Lembar di Lombok.

Di sepanjang perjalanan ke daerah Senggigi akan nampak pemandangan yang luar biasa, betapa tidak kita berjalan di pinggir laut yang sangat indah, bersih dan mempesona.

Jangan lupa sempatkan ke salah satu Gili disana, Gili Trawangan adalah rekomendasi saya untuk di singgahi.

6. Trip to Phuket Thailand, memang ada benarnya kebanyakan orang mengatakan bahwa Thailand adalah surga bagi wisatawan.

Kami mengambil jalur Kuala Lumpur – Hat tyai – Trang – Phuket, bersamaan dengan hari raya mereka yang disebut dengan Song kraan, yakni hari besar Thailand yang ditandai acara “siram-siraman” air oleh seluruh penduduk dan wisatawan yang ada. Nanti akan saya ceritakan lebih banyak tentang perjalanan ini.

March 25, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

TIPS TOURING MOTOR BESAR

Touring dengan menggunakan motor besar adalah suatu “KENIKMATAN” tersendiri, agar tidak mengurangi kenikmatanya tersebut kami bagi tips sebagai berikut :

1. Direkomendasikan jumlah peserta tour tidak lebih dari 7 (tujuh) orang.

2. Tentukan route yang akan dilalui.

3. Rencanakan dengan cermat pos-pos pemberhentian. Waktu jelajah sebaiknya maksimal 2 jam (maksudnya setiap 2 jam berhenti untuk istirahat atau bisa di gunakan untuk mengisi ulang bahan bakar).

4. Setiap memulai keberangkatan perhatikan dulu apakah semua sudah siap.

5. Organisasikan kelompok tour anda. (ada road captain dan swepper)

6. Untuk perjalanan di wilayah Indonesia di rekomendasikan kecepatan tidak melebihi 90 km / jam, karena situasi jalan dan kesadaran masyarakatnya terhadap peraturan lalu lintas, apabila melebihi 90 km / jam maka perjalanan tidaklah nyaman.

7. Kenali kemampuan diri sendiri dan kemampuan teman-teman kita.

8. Jaga jarak 3 second.

9. Hindari blind spot, usahakan terlihat oleh pengendara lain.

10. Nyalakan lampu.

11. Formasi zigzag.

12. Pandangan jauh ke depan.

13. Jangan Arogan, hormati pengguna jalan lain.

14. Jaga kecepatan dengan konstan, apabila tidak selain cepat lelah akan mengganggu konsentrasi.

15. Disarankan antara road captain dengan swepper terhubung dengan alat komunikasi (charter box, rig dll)

16. Nikmati perjalanan anda.

March 19, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

MENINGKATKAN KETRAMPILAN RIDER

Untuk meningkatkan ketrampilan mengendarai motor besar tidak lain adalah dengan cara “BERLATIH SECARA RUTIN”, dengan banyaknya jam “terbang” niscaya ketrampilan akan meningkat. Ada beberapa materi latihan yang perlu dilakukan secara berkala agar pada saat riding tidak terjadi kendala yang berarti.

1. Latihan teknik pengereman, selalu lakukan teknik pengereman yang benar.

2 . Latihan manuver lingkaran, pertama-tama silahkan buat lingkaran yang besar saja, pada saatnya nanti setelah lancar dengan lingkaran besar silahkan buat lingkaran yang lebih kecil, demikian seterusnya sampai mampu membuat lingkaran terkecil.

3. Latihan manuver angka 8, sama seperti halnya membuat lingkaran, pada manuver angka 8 silahkan membuat angka 8 yang besar terlebih dahulu, setelah lancar baru membuat manuver angka 8 yang lebih kecil.

4. Latihan manuver zigzag, sama seperti halnya membuat lingkaran dan angka 8, zigzag yang jaraknya agak lebar dulu, baru kemudian persempit jaraknya.

5. Latihan teknik menghindar, hal ini berguna pada saat berada di jalan umum dan secara mendadak jalur kita di potong oleh pengguna jalan lain. Lakukan pengereman, menghindar (kanan / kiri), buka gas.

6. Lakukan bentuk latihan diatas berkali-kali, sehingga akan dapat teratasi masalah pengereman dan masalah di tikungan serta apabila mendadak di potong oleh pengguna jalan lain.

CATATAN :

– Pada saat melakukan latihan manuver, jangan lupa posisi badan “luwes” mengikuti irama manuver bertolak belakang dengan arah kemiringan motor, mis : belok kekiri, tekan stir kekiri maka motor miring kekiri, badan tetap vertikal (serasa miring kekanan) demikian pula sebaliknya.

– Pada saat melakukan latihan manuver, gunakan gigi perseneling satu, lepas kopling, atur gas dengan konstan, kendalikan kecepatan motor dengan rem belakang, jangan sekali-kali menggunakan rem depan karena akan berakibat ambruknya motor (stir terkunci rem).

– Jangan lupa arahkan pandangan mata dengan benar, belok kekiri menoleh kiri, belok kekanan menoleh kanan .

March 19, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

BIG BIKE SAFETY RIDING

Mengendarai motor besar memang merupakan “TANTANGAN”, namun jangan lupa “RESIKO” yang ditimbulkanya apabila kita sebagai pengendara “TIDAK SIAP” …

Beberapa resiko yang akan terjadi antara lain : – Motor Mogok.

– Kecelakaan, dari ringan sampai fatal.
Untuk meminimalisir RESIKO itu, ada beberapa hal yang harus di perhatikan :

Pertama : KESIAPAN KENDARAAN

Kedua : KESIAPAN PERLENGKAPAN PERORANGAN

Ketiga : KETRAMPILAN MENGENDARAI MOTOR BESAR

KESIAPAN KENDARAAN, dalam hal ini sebagai rider wajib mempersiapkan motor besarnya sesuai dengan cek list sebagai berikut :

1. Cek tekanan ban depan / belakang

2. Cek tekanan Shok becker (bila ada, mis : pada motor Harley Davidson type touring)

3. Cek tekanan jok (bila ada, mis : HD type Police)

4. Periksa ketegangan rantai

5. Cek fungsi lampu-lampu, sein, rem, indikator-indikator, dll.

6. Cek bahan bakar, olie, minyak rem.

7. Sesuaikan kedudukan kaca spion

8. Cek air radiator (bila ada)

KESIAPAN PERLENGKAPAN PERORANGAN, sebagai rider kita harus benar-benar siap dengan kelengkapan perorangan ini, jangan gunakan perlengkapan “SEKENANYA”, karena keselamatan kita dipertaruhkan disini, oleh karena itu :

1. Gunakan Helm yang sesuai (DOT)

2. Gunakan Jaket yang sesuai (bila perlu yang ber-protector)

3. Gunakan kaca mata

4. Gunakan sarung tangan yang sesuai

5. Gunakan sepatu yang sesuai (booth, anti slip)

6. Gunakan celana yang sesuai (bukan kain biasa yang mudah robek / terbakar)

KETRAMPILAN MENGENDARAI MOTOR BESAR, hal ini bisa di dapat melalui “LATIHAN” dan “LATIHAN”…

1. Kuasai teknik pengereman, biasakan menggunakan kombinasi rem yaitu menekan rem depan 70 % dan rem belakang 30 % pada jalan lurus dan pada kecepatan tinggi.

2. Kuasi teknik menikung, biasakan kurangi kecepatan menggunakan engine break pada saat “hendak” memasuki tikungan, dan tambahkan gas pada saat sudah berada di tikungan, badan tetap vertikal.” Tekan ” stir kanan untuk belok ke kanan, ” Tekan ” stir kiri untuk belok ke kiri ( stir tidak dibelokkan tetapi di “TEKAN”)

3. Arah pandangan adalah arah yang dituju ( menoleh ke kiri bila belok kiri, menoleh ke kanan bila belok kekanan )

4. Pandangan jauh ke depan, untuk mengetahui keadaan lalu lintas secara umum.

5. Hindari Blid spot.

6. Formasi touring zigzag.

7. Jaga jarak aman (3 second).

8. Hormati pengendara lain.

March 18, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a comment