FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECELAKAAN
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kecelakaan, antara lain FAKTOR MANUSIA, FAKTOR KENDARAAN, FAKTOR JALAN dan FAKTOR LINGKUNGAN / CUACA.
FAKTOR MANUSIA
Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam terjadinya kecelakaan, hal ini disebabkan karena ke TIDAK SIAPAN manusianya dalam mengendarai kendaraan. Ke tidak siapan itu bisa berupa antara lain :
1. Kurangnya ketrampilan pengendara dalam mengendarai motornya, oleh karena itu sebagai pengendara motor besar wajib meningkatkan ketrampilannya baik melalui latihan2 maupun penambahan jam terbang.
2. Tidak mematuhi peraturan lalu lintas, hampir semua kejadian kecelakaan didahului dengan pelanggaran rambu2 lalu lintas dan marka jalan. Pelanggaran dapat terjadi karena memang sengaja melanggar atau ketidaktahuan terhadap arti aturan yang ada.
3. Ketidak siapan secara fisik, mengendarai motor besar harus benar2 dipersiapkan segalanya, tidak terkecuali dengan kesiapan fisik kita. Oleh karena itu kita harus mampu mengukur kemampuan fisik diri sendiri apakah pada saat akan mengendarai motor besar (khususnya dalam rangka menempuh perjalanan jauh) fisik kita dalam kondisi fit ? Kalau dirasa tidak fit sebaiknya jangan dipaksakan.
FAKTOR KENDARAAN
Pada faktor kendaraan terjadinya kecelakaan sering disebabkan karena ban pecah, dan rem blong. Serta kadang2 karena adanya bagian kendaraan yang aus sehingga menyebabkan patah dan terjadi kecelakaan. Oleh karena itu jangan lupa perawatan motor dan selalu cek secara berkala untuk mengetahui laik tidaknya motor.
FAKTOR JALAN
Kondisi permukaan jalan, Jalanan yang rusak / berlobang, Geometrik jalan, Median jalan dan Pagar pengaman di daerah pegunungan mempunyai peranan pada keselamatan di jalan, para Biker sudah sepatutnya memperhitungkan hal tersebut diatas.
FAKTOR LINGKUNGAN / CUACA
Pada musim hujan sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan, selain jarak pandang yang terbatas, jalanan licin dan jarak pengereman menjadi lebih jauh, oleh karena itu pada saat begini pengendara harus meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaanya dalam mengendarai kendaraannya. Asap dan Kabut juga mempengaruhi jarak pandang terutama di daerah pegunungan
PHUKET BIKE WEEK 2008 APRIL 9-17
Rombongan HDCI Korwil Jatim memasuki Phuket.
Menikmati pemandangan di atas jembatan yang menhubungkan P Phuket.
Mejeng dengan latar belakang baliho Phuket Bike Week 2008.
Bro’ DEDY …agak kurusan dikit kena panasnya Thailand.
Dari kiri…Aku, Joko, Eko Jablay, Johny Tan, Ayub dan Mickel.
Di atas Ultra Clasic.
Mickel diatas Road King.
Joko Xanadu diatas Strait Glade 2008.
Rombangan tiba di Genting Highland.
Eko Jablay, Ayub, Mickel dan Joko.
PENYEBAB REM “BLONG” PADA HARLEY DAVIDSON.
Sering terjadi pada banyak pengendara Harley Davidson mengeluhkan tentang sistem pengereman pada motornya yang sering terjadi BLONG khususnya pada bagian rem belakang.
Hal itu memang dapat terjadi karena cara dan kebiasaan yang salah pada penggunaan rem.
Rem blong dikarenakan panas yang berlebihan pada disc break, yang mana panas yang berlebihan tersebut mendorong break fluid tidak dapat bekerja dengan maksimal sehingga mengakibatkan rem tidak dapat bekerja. Hal itu terjadi biasanya karena kesalahan / kebiasaan yang salah pada cara pengereman.
Yang dimaksud dengan kebiasaan yang salah adalah pada saat mengendarai Harley kaki kanan selalu berada diatas tuas rem, dengan posisi ini tanpa sadar pengendara selalu menekan tuas rem sehingga terjadi gesekan yang terus menerus pada break system, sehingga terjadi panas yang berlebihan dan mengakibatkan rem blong.
Hal tersebut diatas biasanya banyak terjadi pada jalan dengan jalur naik – turun, oleh karena itu biasakan menggunakan engine break. Jangan biasakan kaki terus menerus menempel pada tuas rem belakang.
Seperti misalnya untuk jalur jalan turunan yang sangat tajam dan panjang ( seperti di cemoro sewu dari arah tawangmangu ke sarangan magetan jawa timur ) gunakan system engine break, rem belakang gunakan pada saat hendak memasuki tikungan saja untuk mengurangi laju kendaraan. Untuk lebih amannya lagi dapat gunakan gigi perseneling satu, tutup gas biarkan motor meluncur dengan sendirinya tanpa memainkan kopling, kurangi laju kendaraan dengan rem depan dan sekali-sekali rem belakang.
Selamat menikmati perjalanan anda, berlatihlah membiasakan kaki tidak selalu berada diatas tuas rem belakang, karena selain dapat terjadi rem blong, juga apabila terjadi situasi yang krusial secara otomatis kaki akan menekan rem belakang dengan tiba-tiba yang bisa mengakibatkan sliding (selip), ingat rem depan 70% dan rem belakang 30 %. Namun demikian kalaulah rem sudah blong jangan panik, tetap tenang gunakan rem depan dan engine break, nanti sesaat kemudian setelah panas pada break berkurang , rem akan berfungsi sempurna kembali.
PHUKET BIKE WEEK 2007 APRIL 10-18
Joko “xanadu”, Dani dan Haryo Tatit di Niky Handle Bar saat SONGKRAAN DAY.
Para bikers HDCI SBY dan Head Hunter Malaysia.
Cameroon Highland Malaysia.
Hem…Sedaaap…
Bersama Capt Robin……(kiri)
Bersama rekan-rekan Banjarmasin di Cameroon Highland.
Santai sejenak di depan pantai Phuket.
The Three Mustketers..
Road to Cameroon Highland.
BORNEO BIG BIKE FESTIVAL 2006 FEBRUARY
Bersama Brigjend Pol Drs Nana Sukarna Kapolda Kalbar dan Letjend TNI (purn) Hadi Waluyo, persiapan berangkat event BBIBF 2006.
Bos DANI dan Bos DEDY lagi makan malam di Santika Hotel Pontianak.
Bersama JOKO “Xanadu” di depan dealer HD Brunei Darusallam.
Lagi “ngumpul” di depan Dealer HD Brunei Darusallam.
Situasi jalanan di Kota Kinabalu.
Bersama Pak AZNOOR, Konsul Jenderal Malaysia di Pontianak.
Di puncak Gunung Kinibalu, di pandu road captain KAMARUL.
Perbatasan Brunei Darusallam.
JOKO “XANADU” ketemu saudara kembarnya DK.
Assalam muallaikum..Brunei Darusallam.
PHUKET BIKE WEEK 2006 APRIL 10-19
Phuket Bike Week 2006
Aku lagi di Central Park Phuket Thailand.
Road to Phuket Island.
Santai sejenak di seberang NIKE Handle Bar Phuket.
Bersama Capt Robin dan Herry Ndan.
Di terima Menteri Pelancongan Malaysia Datuk Seri Tengku Adnan B Tengku Mansor.
Di perbatasan Malaysia – Thailand.
Persiapan..persiapan..di depan Concord Hotel KL
Bersama Joko Xanadu dan Lady Bikers Malay.
HDCI MENGEMBAN MISI PARIWISATA
Suatu komitmen yang tidak perlu diragukan lagi bahwa HDCI Korwil Jatim ikut serta berpartisipasi secara aktif pada pengembangan dunia pariwisata khususnya pariwisata di Jawa Timur maupun Indonesia pada umumnya.
Hal itu diwujudkan oleh HDCI Korwil Jatim dengan jalan mendorong perkembangan tempat-tempat wisata dengan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Jawa Timur. Salah satu program yang telah terlaksana adalah para anggota HDCI Korwil Jatim yang ikut serta pada acara Phuket Bike 2006 mempromosikan wisata Jawa Timur di event tersebut, mereka menyebarkan brosur-brosur tentang potensi wisata di Jawa Timur ke pada seluruh pengunjung dan peserta event Phuket Bike week 2006 tersebut, yang nota bene para pesertanya berasal dari negara-negara Asia Pasifik. Tidak hanya itu kami disana sempat memutar film tentang wisata di Indonesia khususnya di Jawa Timur, yang mana film tersebut di putar pada acara Dinner Party seluruh bikers.
Hasilnya sungguh mengesankan tidak lama dari itu beberapa biker yang tergabung dalam kelompok HEAD HUNTER, datang ke Surabaya dengan maksud mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia.
Dengan di pimpin oleh Mr. JOHNY TAN, Head Hunter Malaysia, mereka datang bersama rombongan yang berjumlah 17 bikers yang berasal dari berbagai negara di Asia Pasifik. Kami pun memandu mereka menuju tempat-tempat wisata di Bali, Banyuwangi, Bromo, Malang dan sekitarnya. Hal ini menujukkan bahwa HDCI Korwil Jawa Timur mampu membuktikan bahwa sebagai organisasi motor besar berbasis sosial ikut serta secara aktif mengembangkan sektor pariwisata sebagai bagian dari peningkatan devisa negara.
Foto diatas diambil saat kami diterima oleh “Bro Harun” selaku kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur.
“JO” diatas reog Ponorogo…
Berpartisipasi melestarikan budaya bangsa…REOG PONOROGO.
Bersama Head Hunter’s di Borobudur.
Bersama Ketum HDCI Letjend TNI (Purn) SOEJONO di Semarang.
Semarang Bike Week 2006.
RERI di Bali.
-
Archives
- October 2008 (2)
- May 2008 (2)
- April 2008 (7)
- March 2008 (6)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS



































































